Selasa, 05 Oktober 2021

Tips Atasi Mood Swing

(Sumber : hellosehat.com)

Pernah nggak sih, sering kali kita tiba-tiba aja mengalami perubahan mood berkali-kali? Misal, dari yang tadinya happy, sedih, marah terus tiba-tiba berubah lagi jadi ngambek, dan sebagainya. Atau yang sering kita kenal juga dengan nama mood swing.

Mood swing ini maksudnya adalah suasana hati yang berubah-ubah yang jelas dirasakan atau tampak. Mood swing bisa aja muncul sewaktu-waktu dan masih bisa dibilang normal kalau hanya muncul sesekali. Nah, tapi kalau mood swing ini terlalu sering muncul dan dalam waktu lama, kita harus waspada nih, gengs. Jangan-jangan, kita sedang bermasalah sama kesehatan mental.

Mengutip dari situs alodokter.com, mood swing ini bisa muncul gara-gara fluktuasi kadar hormon dalam tubuh, ketidakseimbangan kimia otak, penyakit organik pada tubuh, dan juga gangguan mental misalnya gangguan bipolar, borderline personality disorder, hingga skizofrenia.

Mood swing biasa muncul dengan beberapa gejala juga, contohnya gangguan tidur, gangguan interaksi dan komunikasi, perasaan yang nggak bisa dikontrol. Awalnya senang, lalu tiba-tiba aja sedih, marah dan mudah emosi.

Perubahan mood secara tiba-tiba ini biasanya sering banget terjadi sama kaum perempuan, gengs. Iya, kan? Mengutip dari situs halodoc.com, psikiater sekaligus penulis buku, Julie Holland mengungkapkan dalam bukunya bahwa ada banyak alasan yang membuat mood wanita seringkali naik turun seperti roller coaster. Contoh paling seringnya saat kita para perempuan lagi dilanda PMS (premenstrual syndrome).

Pada saat kita sedang di masa PMS ini, kadar hormon estrogen kita mulai menurun, lalu hormon progesteron pun bakalan mengalami ketidakstabilan. Perubahan kadar 2 hormon inilah yang memicu terjadinya lonjakan perubahan emosi pada perempuan. Makanya, kita jadi lebih mudah nih terserang mood swing.

Selain karena lagi PMS, kalau buat kaum perempuan nih, masih ada juga beberapa hal yang berkaitan sama hormon. Dimana gegara itu bisa menyebabkan mood swing juga. Contohnya, masa puber, hamil dan menopause. Jadi ya emang agak wajar kalau perempuan lebih sering terserang mood swing.

Kurangnya porsi tidur dan terlalu banyak tekanan juga bisa jadi salah satu penyebab mood swing, gengs. Tapi, ternyata faktor genetik pun bisa jadi penyebab munculnya mood swing ini. Orang tua yang punya sikap moody (sering berubah suasana hati), berpotensi sangat besar buat mewariskan itu pada anaknya. Wah..

Dalam kondisi lain, mood swing juga bisa aja muncul karena penyakit kronis, pola makan yang buruk dan gangguan pencernaan.

Walaupun si mood swing ini sulit buat kita hindari, setidaknya ada beberapa hal yang bisa meminimalisir mood swing itu muncul.

  1. Perbaiki Pola Makan

Memperbaiki pola makan, yaitu dengan mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang. Coba kita usahakan lagi buat memperbanyak asupan sayur dan buah segar, biar kesehatan terjaga dan emosi jadi lebih stabil.

  1. Perbaiki Porsi dan Kualitas Tidur

Kurang tidur ini benar-benar berpengaruh sama kestabilan emosi, konsentrasi pun juga berkurang. Makanya, usahakan tidur  malam yang cukup, 7-8 jam, ya!

  1. Rutin Berolahraga

Mulailah dengan olahraga ringan, tapi rutin. Karena hormon yang kita lepaskan saat olahraga bisa membantu memperbaiki mood.

  1. Menjalankan Hobi

Menjalankan segala aktivitas positif tentunya bisa mengurangi mood yang bisa berubah secara tiba-tiba. Coba lakukan hobimu dan bersenang-senanglah!

  1. Menulis

Cara ini juga cukup efektif buat meminimalisir mood swing, loh. Caranya, cukup siapin satu buku atau bisa juga catatan di ponsel. Setiap kita mulai merasakan perubahan mood, tuliskan! Catat apa yang memicu munculnya mood itu, catat juga gimana kira-kira cara kita buat mengatasinya. Pokoknya, catat secara detail apa dan gimana yang dirasakan saat itu. 

Kalau beberapa hal di atas belum juga mengurangi mood swing, segera konsultasikan ke ahlinya, ya!

Senin, 04 Oktober 2021

Pabrik Sirop Tertua Di Indonesia

Adakah di sini yang sangat-sangat suka minuman manis dan segar semacam sirop? Minuman yang bakalan hits setiap bulan Ramadhan ini emang punya rasa yang manis, dan pasti jadi favorit banyak orang. Apalagi setelah seharian puasa. Rasanya tuh pengin berbuka dengan minuman yang bisa menyegarkan tenggorokan, gitu.

Sirop salah satunya. Walaupun, ada juga sebagian orang yang lebih memilih berbuka dengan segelas teh hangat, atau cukup dengan air putih saja. Namun, pesona si sirop ini tetap yang paling bersinar saat bulan puasa. Iya, kan?

Aku akan bahas sedikit asal mula si sirop ini hadir di Indonesia, ya, gengs. Bagi para pecinta minuman manis ini, wajib baca. Biar tau juga sejarahnya. 

Pabrik Sirop Pertama di Indonesia

(Sumber : goodnewsfromindonesia.id)

Pabrik sirop pertama di Indonesia, didirikan sejak tahun 1923 oleh J.C. van Drongelen dan Hellfach di Surabaya, dikenal dengan nama Pabrik Siropen. Bangunan arsitek klasik khas Eropa zaman dulu ini masih berdiri tegak di Surabaya sebagai warisan cagar budaya.

Sayangnya, keberadaan pabrik sirop ini umumnya cuma diketahui sama warga asli Surabaya atau pegiat sejarah aja, gengs. Padahal banyak kisah menarik yang bisa kita gali dari sana. Contohnya, tentang sejarah minuman manis yang diproduksi di situ.

Bangunan putih besar bertuliskan 'Pabrik Limoen J.C Van Drongelen & Hellfach' itu menunjukkan bahwa pabrik tersebut didirikan oleh dua orang berkebangsaan Belanda. Dan kata 'Limoen' berarti minuman manis atau sirop yang siap diminum.

Pada masanya, minuman ini cuma bisa dinikmatin sama para Bangsawan aja, gengs. Pribumi dengan status sosial yang tinggi juga bisa, sih. Tapi nggak buat para rakyat jelata, kaum inlander. 

Mengutip dari situs actasurya.com, sejak berdirinya, pabrik ini telah berganti tangan kepemilikan sebanyak tiga kali dari jaman Belanda ke jaman Jepang. Namun, pada tanggal 14 Agustus 1945, Belanda mengambil alih kepemilikan. Setelah proses yang cukup lama, tepat pada tahun 1950 seluruh bangunan asing menjadi milik Negara Republik Indonesia tak terkecuali pabrik sirop ini.

Saat perang 10 November 1945, setelah terbunuhnya Brigjen AWS Mallaby di Jembatan Merah, Pabrik Siropen ini sempat jadi tempat persembunyian tentara pelajar, sebagian pasukan juga mengamankan diri di sini.

Masih mengutip dari situs actasurya.com, saat ini pabrik sirop pertama di Nusantara ini, hanya memproduksi sirop Siropen dengan berbagai macam jenis, diantarannya Siropen Telasih, Siropen Garmet dan Siropen Premium. Kata Siropen berasal dari bahasa Belanda yang berarti cairan kental manis atau sirop, hal itulah yang menjadi cikal bakal kata sirup di Indonesia.

Bahkan, dalam proses pembuatannya, pabrik siropen ini masih menggunakan kendi’ atau guci yang sama pada produksi di tahun awal berdirinya pabrik tersebut. Kendi atau guci yang dimaksud, digunakan untuk wadah sirup setelah dimasak.

Dari situs ayosurabaya.com dikatakan bahwa, mereka sengaja menerapkan operasional secara tradisional atau tanpa bantuan mesin lantaran mempertahankan keaslian, kualitas, dan histori dari sirup yang dibuat, baik dalam segi kontemporer maupun konvensional.

Selain itu, sirup khas Surabaya ini juga sangat ketat dalam memilih gula sebagai bagian dari bahan bakunya, sebagai bentuk komitmen pengelola yang tidak menggunakan pengawet maupun pemanis buatan untuk mempertahankan rasa dan aroma. 

Menilik dari historinya, pabrik ini emang pantas dijadikan cagar budaya yang dipertahankan keasliannya ya, gengs. Bagi kalian yang warga Surabaya, udah pernah main ke sini langsung, belum?

Oh, ya, jangan sedih, gengs. Pabrik peninggalan Belanda ini masih berdiri tegak di Jalan Mliwis nomor 5 Surabaya. Nggak jauh dari tempat ikonik di Surabaya juga, yaitu jembatan merah. Kalau udah ada yang pernah mampir, boleh dong tambahin ceritanya di komentar. 

Minggu, 03 Oktober 2021

Personal Branding si Writerpreneur

Belakangan ini, sering banget kita dengar istilah writerpreneur. Apakah ini sebuah profesi baru?

Istilah writerpreneur ini diadopsi dari frasa writer dan entrepreneur. Writer sendiri artinya penulis, sedangkan entrepreneur adalah wirausaha. Jadi  Writerpreneur kurang lebih maksudnya adalah wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis. Yang produknya pun tak lain dan tak bukan adalah sebuah tulisan. Mungkin, bisa dibilang juga membisniskan tulisan. Orang-orang yang terlibat dalam dunia literasi, pekerja di dunia penerbitan juga bisa aja dibilang sebagai writerpreneur, loh.

Mengutip dari situs manistebu.com, writerpreneur adalah orang yang mampu mengubah kertas kosong 1 rim seharga Rp30.000 menjadi bernilai Rp30.000.000. Dari kertas kosong, lalu dituangkan ide-ide dan pemikiran yang mengagumkan dari si writer tadi, jadilah bisa laku jauh lebih mahal. Bisnis!

Menurut sumber thewriterpreneur.com, asal mula istilah writerpreneur ini dimulai sejak pertengahan tahun 2000-an. Pencetusnya adalah Aulia R. Sungkar (Olie) yang merupakan seorang penulis. Beliau ini mempunyai antusiasme tinggi terhadap dunia entrepreneur.

Keberhasilan seorang writerpreneur tentu aja nggak bisa terlepas dari personal brandingnya di beberapa media. Lagi-lagi dalam hal ini, kita juga harus mengoptimalkan lagi kemajuan teknologi yang ada. Media sosial tentunya juga berperan sangat penting buat mensukseskan personal branding yang kita bangun.

Personal branding adalah kunci dari kesuksesan karir seseorang, begitu juga bagi writerpreneur.  Personal branding sebagai seorang writerpreneur inilah yang harus kita bangun biar mampu meraup mangsa yang jauh lebih besar lagi. Apalagi, gelombang media sosial sekarang benar-benar sedang tinggi-tingginya. Bahkan, nggak dipungkiri, orang-orang jaman sekarang lebih banyak menilai orang lain berdasarkan media sosialnya.

Berikut beberapa tips buat membangun personal branding di media sosial :

  • Selalu Gunain Nama yang Sama

Selain buat mempermudah pencarian di berbagai sosial media, penggunaan nama yang sama ini juga bisa jadi penguat personal branding yang akan kita bangun, loh. 

  • Update terjadwal

Kalau udah fokus buat membangun personal branding di sosial media, penting banget buat kita punya content plan. Dan, harus banget update secara berkala dan terjadwal. Cari tau jam-jam terbaik buat update di beberapa sosial media. Jangan juga nih kita update sebulan sekali. Orang-orang bakalan lupa pastinya.

  • Tentukan Tujuan

Menentukan tujuan itu wajib, biar nggak belok sana-sini pas udah jalan. Nah, tujuan ini harus jangka panjang dan spesifik.

  • Punya Ciri Khas 

Tentunya ciri khas ini yang bakalan membuat kita berbeda dengan orang lain. Kita harus menentukan, seperti apa kita ingin dikenal. Buat ciri khas, tampilkan keunikan diri.

  • Konsisten

Konsistensi adalah kunci terciptanya personal branding kita.

Nah, setelah kita memahami dan mulai mencoba membangun personal branding, dalam hal ini sebagai writerpreneur. Tentunya, kita harus membuat tulisan-tulisan itu bernilai dan punya ciri khas.

Media sosial jaman now, selain sebagai media komunikasi dan interaksi, tapi juga menjadi wadah dalam melakukan personal branding. Salah satu media sosial yang sering digunakan dalam melakukan personal branding adalah Instagram.

Mengutip dari situs glints.com, Instagram masih menjadi salah satu media sosial yang paling populer dan memiliki pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Hal itu dibuktikan dengan laporan Statista yang menyebutkan bahwa pengguna Instagram pada tahun 2020 sebanyak 854,5 juta pengguna.

Salah satu contoh writerpreneur yang sukses melakukan personal brandingnya di instagram, yaitu kelas menulis @nulisyuk. Owner dari kelas menulis ini mampu memanfaatkan peluang dan konsisten membangun personal brandingnya di instagram.

Selain itu, mereka juga serius mengolah feed yang enak dilihat, dan mau menjalin komunkasi dengan followersnya. Apalagi sekarang mereka juga mulai bekerjasama dengan beberapa tokoh terkenal, yang punya tujuan yang sama tentunya.

Dari uraian yang panjang lebar di atas, mungkin bisa memberikan sedikit pencerahan, nih, buat para penulis pemula kayak aku buat mulai menentukan tujuan. Apakah cuma sekadar menulis buat bersenang-senang, atau menulis tapi juga dapat cuan? Hehe.

Ayo mulai bangun personal branding diri kita dengan memanfaatkan sosial media yang sesuai sama target yang mau kita capai.

Si Sederhana Yang Mendunia : Asal Usul dan Perkembangannya

(Sumber : Wikipedia.com)


Kita semua pasti tau sama makanan khas Indonesia bernama tempe. Siapa sih yang nggak doyan tempe? Makanan sederhana yang rasanya luar biasa ini, bahkan udah terkenal juga di luar negeri, loh.

Tempe ini merupakan makanan yang terbuat dari biji kedelai, yang diolah melalui proses fermentasi menggunkan ragi. Nah, raginya sendiri dibuat dari beberapa jenis jamur seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, atau Rh. arrhizus, lebih dikenal dengan sebutan ragi tempe.

Nggak hanya mudah diolah, tempe juga punya banyak banget manfaat buat kesehatan tubuh, loh! Seluruh senyawa baik yang terkandung dalam sepotong tempe mampu membantu mempertahankan jaringan otot, dan membuat enzim yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh bisa berjalan baik sesuai fungsinya. Si sederhana yang punya beragam manfaar bagi tubuh.

  • Kaya Akan Nutrisi

Dilansir dari WebMD, tempe tidak mengandung kolesterol, dan merupakan cara yang baik untuk mendapatkan protein, vitamin B, serat, zat besi, kalsium, dan mineral lainnya. Dari sini udah keliatan kan, gengs, kalau si tempe ini baik bagi tubuh kita.

  • Tinggi Protein

Buat yang lagi program diet, mengkonsumsi tempe kayaknya bisa jadi pilihan. Karena proteinnya yang tinggi, bisa membantu mengendalikan nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.

  • Meningkatkan Kesehatan Tulang

Tempe adalah sumber kalsium yang baik, mineral yang bertanggung jawab untuk menjaga tulang tetap kuat dan padat.

  • Mencegah Anemia

Salah satu kandungan penting yang ada pada tempe, bermanfaat buat mencegah anemia atau kurang darah, gengs. vitamin B12 ini berfungsi membantu tubuh dalam memproduksi sel darah merah.

Setelah mengetahui manfaat-manfaat dari tempe, sekarang coba kita telusuri, yuk, darimana sih asalnya si tempe ini. 

Sejarah Munculnya Tempe

Menurut peneliti pusat studi pangan dan gizi Universitas Gadjah Mada, Murdijati Gardjito, tempe asli diciptakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Melansir dari situs rumahtempeindonesia.com, kata tempe sendiri ditemukan di dalam manuskrip Serat Centhini jilid 3 yang menggambarkan perjalanan Mas Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang dan mampir di dusun Tembayat Kabupaten Klaten, dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat salah satu lauknya adalah Brambang Jae Santen Tempe.

Awalnya, tempe ini terbuat dari kedelai hitam, loh, gengs. Tapi pada perkembangannya, tempe lebih dikenal berwarna putih, karena terbuat dari kacang kedelai putih. Lalu muncul satu nama yang berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu Tumpi yang berarti makanan yang berwarna putih. 

Ada juga yang bilang, pembuatan tempe ini diawali pada masa Tanam Paksa di Jawa. Lalu, pada zaman pendudukan Jepang pun terdapat beberapa catatan sejarah yang bilang bahwa, para tawanan perang saat itu diberi makan tempe supaya terhindar dari penyakit disentri dan busung lapar.

Sudah jelas dong kandungan tempe sejak dulu emang bisa menyehatkan tubuh, ya, gengs!

Perkembangan Tempe Masa Kini

Tempe yang banyak dikonsumsi di Indonesia, saat ini telah mendunia. Jadi jangan khawatir nggak bisa nemuin tempe lagi kalau udah keluar negeri. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang sudah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya, saat ini tempe tidak hanya diproduksi di Indonesia tetapi juga di banyak tempat di dunia.

Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda. Digarap sama para imigran Indonesia di sana. Dari situlah tempe jadi populer di Eropa. Lalu mengikuti di beberapa negara lain kayak Amerika, Jepang, Tiongkok dan lain-lain.

Bagi para penggemar tempe, wajib bangga nih. Udah murah, mudah ditemui, menyehatkan pula. Semuanya udah tersedia di alam Indonesia, gengs! Mari budayakan makan makanan lokal Indonesia!

Jumat, 01 Oktober 2021

Asal Usul dan Kelebihan Daster

(Sumber Gambar : Lazada.com)

Kayaknya nggak mungkin deh ada yang nggak tau sama yang namanya daster. Khususnya orang Indonesia, ya. Kalau kata orang-orang sih, ini seragamnya para ibu-ibu rumah tangga. Padahal, ada juga sih ibu-ibu rumah tangga yang nggak suka pakai daster. Balik ke selera masing-masing aja, sih. Ya, kan? 

Daster ini nggak cuma disukain sama ibu-ibu aja, loh. Bisa dibilang, daster adalah favorit kaum wanita Indonesia. Karena materialnya yang ringan dan potongannya yang longgar, daster jadi paling nyaman dipakai buat rutinitas di rumah. Apalagi, sekarang udah banyak banget model-model daster yang nggak kalah keren dibanding baju buat pergi-pergi.

Dilihat dari kesuksesannya memikat hati kalangan wanita Indonesia, daster ini seolah-olah adalah produk asli Indonesia, ya. Daster ditemukan dan dikomersilkan oleh orang Indonesia tulen. Makanya, daster jadi salah satu item wajib yang dimiliki para wanita, baik yang udah jadi ibu-ibu, bahkan yang masih single sekalipun. Enak soalnya dipakainya.

Tapi apa benar, daster itu produk asli Indonesia?  Coba kita telusuri lagi.

Asal Muasal Daster 

Ternyata, kata daster itu diadaptasi dari dunia fashionnya Amerika yang dikenal dengan nama 'duster'. Daster yang lebih dikenal di Indonesia, merupakan penyempitan makna dari kata 'duster'. Sama kayak daster yang sering kita temui sekarang, 'duster' pun terbuat dari material yang ringan, dengan potongan longgar. Bedanya, 'duster' lebih mirip bentuk jubah.

Mengutip dari situs kumparan.com, 'duster' atau jubah mulai dikenal sejak tahun 1800-an di sana. Jubah ini biasanya terbuat dari linen dan dipakai oleh koboi sebagai outer atau luaran untuk melindungi pakaian mereka dari debu dan kotoran. 

Sejak akhir abad 19 sampai awal 20an, 'duster' ini digunakan sebagai luaran waktu mengendarai motor atau mobil terbuka. Nah, di akhir abad ke-20, 'duster' muncul menjadi fashion item yang mulai populer dan banyak digunakan oleh masyarakat Amerika. Perkembangan 'duster' berlanjut sampai di tahun 1950'an, dimana 'duster' di masa itu udah didesain jadi lebih simpel dengan panjang cuma selutut. Berkembang menjadi bentuk cardigan di tahun 1970an.

Nggak ada catatan pasti, sih, kapan daster ini dikenal pertama kali di Indonesia. Tapi dulunya, daster di Indonesia ini lebih dikenal di kalangan dari status sosial bawah, gengs. Dipakai buat aktivitas sehari-harinya di rumah. Tapi dalam perkembangannya, sekarang daster menjadi favorit segala kalangan. Bahkan saat ini ada juga produsen daster anak.

Beberapa Kelebihan Daster

Tentunya, daster ini punya beberapa kelebihan dong, sehingga dia didaulat sebagai seragam favorit para wanita saat di rumah. Selain rasa nyaman, ada lagi nih beberapa alasan yang jadi kelebihan daster.

  • Praktis dan Mudah digunakan

Cocok banget dipakai di dalam rumah, karena penggunaannya yang praktis, simple. Mendukung banget buat melakukan aktivitas sehari-hari di rumah. Apalagi buat tidur. Rasanya adem.

  • Modelnya Beragam

Walaupun baju buat di rumah aja, model dari si daster ini juga mulai banyak, loh. Tinggal pilih sesuai kebutuhan aja. Ada model loose dengan bagian lengan lebar, model vintage dengan aksen kerut, sampai model long dress jumbo yang bisa banget dipakai buat para hijabers. Ini sih buat dipakai keluar rumah juga bisa.

  • Bahannya Beragam

Selain model, bahan baju rumah ini pun juga beragam banget. Lagi-lagi tinggal disesuaikan aja sama kebutuhannya.

  • Bermanfaat Bagi Kesehatan

Nah, selain nyaman, daster juga bermanfaat buat kesehatan, loh. Penggunaan daster ini jelas memberikan sirkulasi udara yang baik, biar kulit bisa bernafas lega. Apalagi kalau dipakai buat tidur, kan. Plong banget. Karena desainnya yang longgar tadi, membuat aliran darah juga lancar. 

  • Cocok Buat Segala Usia

Jangan pernah lagi menganggap kalau daster cuma tercipta buat ibu-ibu tua aja. Jangan! Daster kekinian, justru lebih digemari para gadis, loh. Anak-anak pun bisa. Jadi, baju satu ini emang cocok lah buat segala usia.

  • Harganya Pas

Kalau masalah harga, emang sih tergantung dari bahan apa daster ini dibuat. Tempat beli dasternya juga ngaruh, gengs, buat urusan harga. Tapi emang rata-rata, daster punya harga yang pas di kantong. Aman, lah! Tinggal pinter-pinter cari bakulnya aja, ya. Hehe.

Dilihat dari asal usul dan kelebihannya, wajar aja, sih, kalau daster ini jadi seragam favoritnya wanita Indonesia. Kalau kamu, lebih suka pakai daster atau piyama, gengs, kalau bobo?

Featured Post

Romansa Dalam Buku "This Wall Between Us"

Menyambut tantangan membaca buku bergenre fiksi romance di minggu ini dengan memilih buku berjudul This Wall Between Us, karya I...