Selasa, 21 September 2021

Kaus Kaki dan Sejarah Singkatnya

(Sumber: Unsplash/@nickpage)


Dalam dunia fashion, salah satu 'item' yang mulai digemari dan semakin beragam modelnya adalah kaus kaki. Buat sebagian orang, kaus kaki cuma sebagai 'item' tambahan waktu pakai sepatu. Tapi ada juga yang emang memakai kaus kaki buat menghangatkan kakinya di cuaca dingin. Sebaliknya, pasti ada juga nih yang pakai kaus kaki buat lindungin kaki dari panasnya sinar matahari. Hayo ngacung siapa yang pernah motoran, terus atas sampai bawah ketutup rapat biar nggak kena panas? 

Kalau jaman sekarang, kaus kaki ini dipakai buat pelengkap penampilan juga. Apalagi model-model kaus kaki jaman sekarang udah nggak monoton. Bisa di padu-padanin sama outfit di hari itu. Biar bisa OOTD dengan look yang ciamik gitu. Tapi, kalau buat perempuan muslim, sih, kaus kaki emang udah jadi 'item' wajib yang harus ada saat mau keluar rumah. Karena, kaki juga termasuk aurat yang harus dijaga.

Kaus kaki ini udah ada sejak jaman dulu. Bedanya, kaus kaki jaman dulu terbuat dari kulit atau bulu hewan. Cara menggunakannya pun masih diikat pakai tali di kaki. Katanya, kaus kaki model ini dipakai sama bangsa Yunani kuno, sekitar abad 8 SM. Lalu, di tahun 300-an SM, orang-orang Mesir mulai merajut kaus kaki secara manual dengan benang wol. 

Di tahun 1000 masehi, kaus kaki cuma dipakai sama orang-orang kaya. Keturunan bangsawan. Barulah setelah tahun 1500an, saat mesin rajut ditemukan, kaus kaki bukan lagi jadi barang mewah. Kaus kaki udah bisa dipakai sama siapapun dari kalangan manapun. Nah mulai tahun 1900an, mesin rajut kaus kaki udah semakin canggih. Pembuatan kaus kaki jadi semakin mudah, bahan-bahannya juga semakin beragam.

Sampai hari ini, beragam model dan bahan kaus kaki udah banyak banget bermunculan. Ada yang panjang, pendek atau pendek banget. Ada yang polos atau banyak motif. Ada yang dari bahan wol sampai nylon. Bahkan ada yang jempol terpisah, atau nggak. Oh, ada lagi inovasi terbaru kaus kaki wudhu. Jadi, kaus kaki wanita ini punya bukaan di bagian jari, dan bisa dibuka sampai pergelangan kaki. Memudahkan banget buat para wanita yang harus wudhu di tempat umum. Kalau kalian, tim suka pakai kaus kaki atau nggak, gengs?







Sumber :

https://bogor.tribunnews.com/amp/2018/06/22/tak-sekedar-gaya-begini-sejarah-awal-mula-tercipta-kaus-kaki-bahannya-terbuat-dari-kulit-hewan?page=3

https://bobo.grid.id/amp/08897535/ternyata-kaus-kaki-yang-kita-gunakan-sudah-ada-sejak-tahun-300-masehi?page=all


Senin, 20 September 2021

Jangan Ngaku Suka Kerokan Kalau Belum Tau Asalnya!

Siapa sih orang Indonesia yang nggak tau kerokan? Kayaknya, kerokan ini udah jadi semacam tradisi turun temurun gitu deh di Indonesia. Katanya, kalau badan lagi kurang sehat tuh harus dikerokin dulu baru ngerasa enakan lagi. Obat apa aja nggak mempan kecuali kerokan. Kalo aku sendiri, minta ampun karena nggak kuat perihnya. 😅

Mungkin ada juga yang belum tau, kerokan itu merupakan salah satu teknik pengobatan menggunakan alat khusus sejenis koin atau benda yang permukaannya tumpul. Benda itu lalu digosokkan di permukaan kulit yang udah dilumuri minyak pijat. Umumnya kerokan dilakukan di punggung. Tapi juga ada di bagian tubuh lainnya, sih.

Udah tau belum kalau kerokan ini nggak cuma bisa kita temuin di Indonesia aja? Teknik pengobatan alternatif ini bisa juga kita temuin di beberapa negara Asia lainnya, kayak China, Vietnam, juga Kamboja. Dari negara asalnya, China, teknik pengobatan ini dikenal dengan nama 'Gua Sha'. Mengutip dari situs alodokter.com, di negara asalnya, teknik pengobatan ini biasanya dilakukan menggunakan sendok keramik, koin, potongan tanduk kerbau, atau giok. Koin atau alat yang digosokkan akan membentuk garis-garis atau bintik-bintik kemerahan di kulit yang biasanya baru hilang setelah 2-4 hari. Bintik-bintik kemerahan ini disebut 'sha' dalam istilah pengobatan tradisional Tiongkok.

Katanya sih, secara tradisional, teknik kerokan atau 'gua sha' ini dipercaya bisa melancarkan aliran darah atau energi yang disebut "chi", lalu mengurangi peradangan yang jadi sumber rasa nyeri dan pegal. Menurut kepercayaan mereka, dengan menggunakan teknik alternatif ini, pengobatan penyakit-penyakit tertentu bakalan lebih cepat disembuhkan.

Di Indonesia sendiri, budaya kerokan ini udah lama ada. Sejak jaman kerajaan dulu, raja-raja dan para petingginya banyak yang melakukan terapi ini buat menjaga kesehatan. Terapi kerokan ini digemari karena dianggap manjur buat mengobati penyakit dan tentu aja murah. Selain itu, ada kepercayaan lain bahwa koin juga berfungsi buat menarik roh jahat yang membuat penderita sakit, lalu keluar dari badannya, karena katanya roh jahat ini sering kali dianggap tertarik dengan uang. Waw, ngerti uang jua ya dia. Katanya, semakin merah dan gelap hasil kerokannya, tandanya semakin parah juga masuk anginnya.

Itu kan menurut tradisi dan kenyamanan masing-masing juga, ya. Nah, kalau menurut medis sendiri gimana sih soal kerokan ini? Menurut Dr. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D, dalam situs fk.unair.ac.id, teknik kerokan dinilai sebagai cara paling sederhana buat memperlancar aliran darah. Tapi ternyata nggak semua orang juga yang bisa menggunakan cara ini. Contohnya, bagi penderita diabetes dan orang yang mengkonsumsi obat cangkok. Hal itu karena kondisi kepekaan kulit sebagian orang tersebut sangat sensitif, sehingga dikhawatirkan jika dikerok malah akan mendatangkan luka dan menimbulkan infeksi.

Meskipun banyak banget manfaat yang bisa didapat dari kerokan ini, gengs, tapi tetap aja teknik ini nggak bisa menggantikan diagnosis medis, ya! Segera periksakan kesehatan kalian ke tenaga medis terdekat. 







Sumber :

https://www.alodokter.com/ketahui-manfaat-dan-risiko-kerokan-dari-sisi-medis

https://fk.unair.ac.id/archives/2011/02/28/kerokan-boleh-asal.html


Minggu, 19 September 2021

Ragam Manfaat Pohon Alpukat

(Unsplash/ArtRachen)

Ada nggak sih yang suka makan buah alpukat dikasih madu? Atau jus alpukat pakai kental manis coklat dikasih toping es krim di atasnya? Hmm, rasanya nggak pengin berhenti nelen deh. Cobain, gengs!

Tumbuhan dengan nama latin Persea Americana ini asalnya dari Amerika Tengah loh, gengs. Katanya, tumbuhan ini dulunya dibawa sama bangsa Belanda ke Indonesia sekitar tahun 1920-1930an. Sejak saat itu, pohon alpukat sendiri jadi terkenal di Indonesia dengan beragam manfaatnya, selain untuk kebutuhan lemak tak jenuh.

Buahnya identik sama warna hijau. Biasanya, pohon alpukat ini bisa tumbuh di iklim yang hangat. Selain karena rasanya yang enak, ternyata pohon alpukat ini punya beragam manfaat juga, loh. Dari batang pohon, daun, buah, sampai ke bijinya semua bisa dimanfaatkan. Sungguh ya, ciptaan Allah itu emang nggak ada yang sia-sia. Mari kita bersyukur sejenak buat nikmat yang banyak banget dari Allah.

Yuk mari, kita lihat apa aja manfaatnya!

Manfaat dari Buah

Mungkin, ini yang paling sering kita denger dan manfaatin hasilnya, ya. Selain punya kandungan lemak tak jenuh yang melimpah, buah dengan tekstur daging yang lembut ini juga punya banyak kandungan vitamin di dalamnya. Setidaknya terdapat 20 vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah alpukat. Makanya buah yang satu ini juga dianggap sebagai superfood.

  • Menyehatkan Jantung

Alpukat mengandung beta-sitosterol yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol sehat. Selain itu, kalium yang terkandung di dalam buah alpukat juga dibutuhkan tubuh buat menjaga detak jantung tetap stabil.

  • Mencegah Kanker

Mengutip dari situs liputan6.com, Beberapa penelitian menemukan bahwa fitokimia yang diekstrak dari alpukat secara selektif dapat menghambat pertumbuhan sel prakanker dan kanker dan menyebabkan kematian sel kanker, sekaligus mendorong proliferasi sel sistem kekebalan yang disebut limfosit. Selain itu, fitokimia ini juga telah terbukti mengurangi kerusakan kromosom yang disebabkan oleh siklofosfamid, obat kemoterapi.

  • Program Kehamilan

Buah alpukat tidak mengandung substansi yang berbahaya atau berisiko. Buah ini juga aman dari kandungan kadar gula tinggi, lemak jahat, ataupun sodium. Makanya cocok deh buat yang lagi program hamil.

Manfaat dari Daun

Daun alpukat mengandung banyak banget senyawa aktif seperti saponin, alkaloida, flavonoid, polifenol, quersetin, dan gula alkohit persiit. Nah karena kaya sama kandungan yang baik, biasanya daunnya dimanfaatkan sebagai obat herbal.

  • Mengobati Tekanan Darah Tinggi

Meminum satu gelas seduhan air daun alpukat hangat dalam sehari dipercaya bisa mengobati tekanan darah tinggi, loh. Karena daun alpukat punya kandungan flavonoid yang bisa menyebabkan efek hipotensi alias darah rendah. Dengan menyiapkan tiga sampai lima helai daun alpukat yang diseduh pakai air panas saja, kita udah bisa merasakan khasiatnya.

  • Mengobati Kencing Batu

Mengutip dari situs kontan.co.id, daun alpukat memiliki sifat diuretik alias peluruh kencing. Nah, untuk membuatnya kita perlu tujuh lembar daun alpukat yang diseduh air panas. Diminum dalam dua kali sehari sampai kristal penyumbat kencing keluar.

  • Mengobati Asam Urat

Masih dalam situs yang sama, buat mengobati asam urat kita memerlukan tujuh lembar daun alpukat yang direbus, lalu disaring. Diminum dalam dua kali sehari sebanyak setengah gelas sampai merasakan khasiatnya.

Manfaat dari Biji

Biji alpukat bisa diolah jadi shampo, loh! Shampo dari biji alpukat dipercaya bisa mengurangi rambut rontok dan uban-uban secara alami. Cara membuatnya, siapkan 4 biji alpukat yang sudah dibersihkan, lalu dicampur dengan enam gelas air. Masukkan ke dalam pemanas (oven) dan biarkan 20-30 menit. Setelah itu, dinginkan dan saring ke dalam botol. Shampo buatan sendiri siap digunakan.

Manfaat dari Batang

Kayu dari batang alpukat bisa dimanfaafkan sebagai bahan bakar, sedangkan kulitnya biasa digunakan untuk pewarna coklat di produk-produk kerajinan yang terbuat dari kulit.

Selain manfaat-manfaat yang udah disebutin di atas, masih ada lagi nggak, gengs, yang kalian tau? Coba tambahin di kolom komentar! 






Sumber :

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4522199/alpukat-buah-tekstur-lembut-yang-kaya-manfaat-kesehatan

https://www.sehatq.com/artikel/kaya-asam-folat-ini-manfaat-alpukat-untuk-program-hamil

https://amp.kontan.co.id/news/manfaat-daun-alpukat-untuk-kesehatan-yang-belum-banyak-diketahui

https://www.pikiran-rakyat.com/belia/pr-01328373/manfaat-biji-alpukat-untuk-kecantikan-ternyata-bisa-buat-awet-muda?page=3





Sabtu, 18 September 2021

Yang Pertama


Mungkin, rindumu yang tak terbendung menjadi sumber kegelisahanmu

Bahkan, kau terus saja meraung seolah ada yang salah pada dirimu

Lalu dengan mudahnya aku menuangkan segala emosi dan kekesalan itu

Iya, padamu, ku tumpahkan segala lelah yang telah bersarang di otakku


Sungguh aku pun pilu

Aku sangat takut jika kau merasa seolah menjadi pengganggu dalam hidupku

Padahal, aku mencintaimu bahkan sebelum kita bertemu

Aku mengharapkanmu, hingga akhirnya Tuhan mempercayaiku sebagai ibumu


Bahkan, untuk sekadar mendengarkan alasanmu saja aku seolah tak ada waktu

Jangan ganggu adikmu, kataku

Lalu dengan guratan luka itu, kau menjauh

Mencoba menghibur diri sendiri dengan benda mati di sekitarmu

Hatiku juga pilu, anakku…


Kamu yang pertama mengisi relung hatiku

Kamu yang pertama mengisi ruang cinta dalam diriku sebagai ibu

Kamu yang pertama menyesap air kehidupan dari dalam diriku

Kamu yang pertama mencari diriku ketika membuka matamu


Anakku, maafkan ibu

Yang kesabaranya masih harus meraba-raba

Maafkan ibu,

Yang tak lagi bisa menemanimu tanpa jeda 

Adikmu juga titipan dari Tuhanmu,

Untuk kita jaga, dan beri kehangatan kasih selamanya


Pun denganmu. 

Cinta ibu tak terbatas untukmu

Doa-doa tak pernah berhenti mengangkasa demi dirimu

Sungguh, segenap jiwa dan ragaku ingin selalu melindungimu

Ingin selalu menjadi yang pertama kau peluk

Ingin selalu menjadi yang terakhir kau lihat sebelum tidurmu


Terimakasih anakku,

Atas segala cinta tak bersyarat darimu

Atas segala kesabaran, dan maaf yang selalu kau berikan untukku


Aku memang tak mampu selalu ada, pun selalu menjaga

Tapi kuserahkan dirimu pada sebaik-baiknya penjagaan dari Tuhanmu



Penuh Cinta dari Ibu,

Minahasa, 18 September 2021.

Jumat, 17 September 2021

Main ke Kalimantan, Wajib Coba Makanan Ini!

Setiap daerah pastinya punya makanan khasnya sendiri. Kalaupun ada makanan khas dengan nama dan jenis yang sama di daerah lain, pastinya bakalan ada beberapa hal yang berbeda dan menjadi ciri khas di masing-masing daerahnya. Bahkan, dianggap unik bagi daerah lain.

Kalimantan juga punya, loh, beberapa makanan khas yang unik dan jarang diketahui oleh orang luar Kalimantan. Mari kita telusuri!

  • Iwak Samu atau Pakasam

(Kalselpedia.com)

Iwak samu atau pakasam ini adalah ikan yang diawetkan dengan proses fermentasi. Dibuat dari ikan air tawar seperti haruan (gabus), sepat, atau papuyu (betok). Dulunya, waktu panen ikan melimpah, masyarakat Hulu Sungai Tengah biasa menyimpan dan mengawetkan tangkapan ikannya dengan cara ini. Lalu, berkembang sampai sekarang. Sebelum diolah, ikan dibersihkan dulu lalu dilumuri garam sampai meresap. Habis itu dilumuri beras ketan yang udah ditumbuk dan disangrai dan ditaburi bubuk kunyit. Biasanya, iwak samu ini didiamkan sekitar satu hari sebelum siap dikonsumsi.

  • Manday / Dami

(Kalselpedia.com)

Tau nggak sih kalau manday ini adalah jenis makanan yang diolah dari kulit buah? Yap, manday ini jadi salah satu lauk alternatif kalau lagi di Kalimantan. Diolah dari kulit buah cempedak atau kalau orang Kalimantan bilangnya tiwadak, bagian dalam (yang warnanya putih). Buah ini agak mirip sama buah nangka. Nah, setelah kulit tiwadak dipotong dan dibersihkan, lalu diawetkan dalam campuran air dan garam yang ditutup rapat. Durasinya biasanya tergantung selera si pembuat. Bisa sampai 1-2 hari sebelum digoreng atau diolah sama campuran bahan lainnya. 

  • Cacapan Kalangkala

(Cookpad/TeraTerianti)

Buah kalangkala, atau yang dikenal juga dengan nama alpukat Kalimantan ini emang termasuk tanaman yang mulai langka. Buahnya berbentuk bulat dan dagingnya mirip kayak alpukat. Yang udah matang biasanya berwarna merah. Nah, buah ini biasanya diolah jadi sayur atau sekadar cacapan. Kalau di Kalimantan, cacapan itu maksudnya cocolan kuah yang berisi air dan garam yang dicampurin sama irisan bawang merah mentah, cabe, lalu sedikit perasan jeruk nipis. Lalu, dicampur deh sama buah kalangkala yang udah dibersihkan. Dimakan pakai nasi hangat, rasanya? Mantap, gengs.

  • Gangan Humbut Nyiur

(Cookpad/NaniSetiati)

Gangan humbut ini biasanya jadi primadona dan sajian wajib di acara-acara penting di Kalimantan. Gangan artinya sayur, sedangkan humbut itu maksudnya pucuk tunas muda. Biasanya, pakai pucuk kelapa muda. Agak mirip gulai yang ditambah isian kacang panjang juga labu kuning. Tapi, konon katanya, mengolah gangan humbut ini nggak bisa sembarangan, gengs. Ada trik-trik khususnya. Apalagi yang diolah buat sajian di hajatan. Wah, kira-kira apa ya rahasianya?

Nah itu tadi beberapa contoh makanan khas yang unik di Kalimantan. Kalian wajib coba kalau mampir ke sana, ya! Baiklah, segitu dulu aja ya bahas makanan khas di Kalimantannya.  Nanti kita cerita lagi tentang makanan-makanan lainnya, ya! ❤





Sumber : 

https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/06/24/kalselpedia-pakasam-atau-iwak-samu-ikan-fermentasi-khas-hulu-sungai-tengah-ini-cara-mengolahnya

https://banjarmasin.tribunnews.com/amp/2020/10/03/kalselpedia-mandai-panganan-dari-kulit-cempedak-khas-kalsel

https://cookpad.com/id/resep/14489892-cacapan-kalangkala



Kamis, 16 September 2021

Sajian Teh di Berbagai Daerah di Indonesia

Sumber : Unsplash/IlyuzaMingazova


Siapa sih yang nggak tau teh? Teh ini merupakan salah satu minuman yang paling populer di seluruh dunia. Begitu juga di Indonesia. Minum teh, seolah udah menjadi tradisi turun temurun yang ada di Indonesia. Diminum bareng berbagai macam camilan. Padahal jaman dulu, teh cuma jadi minuman khusus keluarga bangsawan, loh.

Teh pertama kali dikenal di Indonesia sejak tahun 1686. Jadi, dulunya ada seorang warga kebangsaan Belanda yang bernama Dr. Andreas. Beliau ini yang membawa tanaman teh ke Indonesia, dan dikenal sebagai tanaman hias. Baru di tahun 1782 Pemerintah Belanda mulai membudidayakan tanaman teh, terutama di Pulau Jawa. Biji-biji teh yang dibudidayakan ini didatangkan dari Tiongkok.

Nah, sedangkan tradisi minum teh sendiri, khususnya di Pulau Jawa, bisa terjadi karena interaksi dengan pedagang Tionghoa.  Kebiasaan minum teh ini memiliki fungsi sosial, yaitu untuk bersosialisasi, ngobrol dan berdiskusi. Jadilah tradisi minum teh di Indonesia bukan lagi sekadar buat golongan bangsawan, tapi sudah melebar ke masyarakat luas.

Sampai sekarang, tradisi minum teh ini seolah menjadi obat segala macam penyakit di Indonesia. Lagi masuk angin, minum teh. Lagi nggak enak badan, minum teh. Lagi sakit gigi, minum teh. Bahkan, setelah makan pun bakalan lebih mantap kalau minum teh. Iya nggak, sih?

Karena tradisi turun temurun ini pula, ada beberapa keunikan cara meminum atau menyeduh teh di berbagai daerah di Indonesia. Coba kita telusuri!

  • Jawa Barat

Di Jawa Barat, teh biasanya disajikan tanpa gula. Coba aja kalau lagi jalan-jalan ke daerah Jawa Barat mampir di warung-warung makannya. Kalau pesen teh panas atau es teh, jangan kaget kalau rasanya hambar menuju pahit. Kecuali waktu pesan langsung di kasih note 'ditambah gula'. Bagi yang terbiasa minum teh tanpa gula tambahan sih nggak masalah. Tapi kalau nggak terbiasa, rasanya jadi aneh banget. Pahit, kayak hubungan kamu sama dia!

  • Jawa Tengah

Lain halnya di Jawa Tengah. Disini, sajian tehnya dilengkapin sama tambahan gula. Jadi jangan khawatir buat para pecinta manis. Di daerah Tegal, Brebes, Pemalang dan sekitarnya biasanya menyajikan teh dalam sebuah teko dari tanah liat, atau disebut poci. Teh poci ini disajikan dengan gula batu terpisah. Katanya, gula batunya lebih baik nggak diaduk bersamaan dengan teh dan dibiarkan larut dengan sendirinya aja. Filosofinya, kehidupan ini emang pahit. Tapi kalau kita mau bersabar sedikit, kita bakalan merasakan manisnya. Cocok, kan?

  • Jawa Timur 

Begitu juga di Jawa Timur, nih. Disini minum tehnya juga pakai tambahan gula. Malahan, penambahan gula ini dikaitkan sama status sosialnya juga. Pemilik rumah yang bisa menyajikan teh ditambah gula, dianggap cukup kaya karena mampu beli pemanis.

  • Daerah Istimewa Yogyakarta

Minum teh jadi sebuah ritual yang penting bagi keluarga Kraton. Jadi, ada minuman teh spesial yang disiapkan di Pawon Patehan, salah satu dapur di dalam Kraton Yogyakarta. Setiap jam 11.00, sajian teh buat Sultan itu  'diboyong' melewati halaman sama para abdi dalem yang memakai pakaian tradisional. Sebagian besar orang Jogja lebih suka meminum teh nasgitel, alias panas, legi (manis), kentel. Jadi, kalau jajan ke angkringan, jangan lupa pesen teh nasgitel, oke!

  • Kalimantan

Tradisi minum teh di Kalimantan sebenernya nggak beda jauh sama di Pula Jawa. Sebagian besar masyarakat Kalimantan lebih suka menyajikan teh manis. Uniknya, disini teh nggak cuma disajikan buat minum, tapi juga buat tambahan saat makan. Maksudnya, orang Kalimantan terbiasa makan nasi, lauk ikan asin ditambah kuah teh manis. Silakan membayangkan sendiri perpaduan rasanya.

  • Sumatera

Beda lagi kalau di Sumatera. Disini mereka punya sajian teh spesial bernama teh talua, sebagai minuman penambah energi. Cara penyajiannya, teh dicampur sama telur mentah yang udah dikocok sama gula atau susu kental manis. Ditambah lagi sama perasan jeruk nipis. Teh talua biasanya dikonsumsi di pagi hari, atau sebagai teman kudapan di sore hari. Wah, kira-kira gimana rasanya, ya?

Itu tadi cuma sebagian kecil keunikan sajian teh di beberapa daerah di Indonesia. Mungkin, masih banyak lagi keunikan lainnya yang bakalan jadi skripsi kalau dikupas tuntas di sini. Jadi, udahin aja, ya! Kalau tradisi minum teh di tempatmu gimana, gengs?


https://bobo.grid.id/amp/08900255/4-tradisi-minum-teh-di-indonesia-yang-dulu-hanya-dilakukan-bangsawan?page=all

https://www.dinkes.jogjaprov.go.id/berita/detail/teh-panas-hangat-nasgitel-panas-legi-kentel-manis-jogja-mataram-islam--bukan-iklan--beberapa-manfaat-teh

Kumparan.com



Rabu, 15 September 2021

Efek Negatif Begadang

Sebagian besar dari kita pastinya sudah tau lah ya, kalau tubuh itu perlu waktu sekitar 7-9 jam buat tidur. Nah, sementara itu, banyak juga ni yang masih begadang demi pekerjaan yang belum selesai, sekadar lagi maraton nonton drama, atau ya emang nggak bisa tidur aja. Banyak, kan? Aku sendiri salah satunya.

Nah, mengutip dari situs guesehat.com, National Sleep Foundation (NSF) 1998 Women and Sleep Poll menemukan bahwa rata-rata wanita berusia 30-60 tahun tidur hanya 4 jam 41 menit setiap harinya. Nggak perlu dijelaskan lagi ya apa kesibukannya para wanita ini sampai-sampai waktu tidurnya sangat jauh dari cukup. Apalagi seorang ibu. Udahlah kayaknya tengah malam adalah hal yang paling nyaman banget buat me time atau menyelesaikan pekerjaan lainnya. Bahkan ada pepatah yang bilang, ibu adalah orang yang selalu paling pertama bangun dan paling terakhir tidur. Bener, nggak?

Ternyata masalah kurang tidur itu tadi bukan sekadar karena kesibukan atau menjalankan hobi aja ni, gengs. Masih mengutip di situs guesehat.com tadi, poling yang dilakukan selanjutnya oleh NSF tahun 2005 mengungkapkan bahwa wanita lebih mungkin mengalami kesulitan tidur daripada pria. Jadi, wanita ini lebih sering kesulitan buat tidur malem, gengs. Sebabnya? Katanya sih karena perubahan hormon. Menstruasi, hamil, melahirkan atau menopause.


Padahal kurang tidur, atau susah tidur (insomnia) kronis bisa memengaruhi kemampuan seseorang buat menjalani aktivitas sehari-hari. Udah gitu, banyak juga efek samping lainnya kalau tubuh kurang dikasih jatah tidur.

  • Menurunkan Kinerja Memori

Biasanya, orang yang kurang tidur, bakalan merasa lelah dan kurang fit keesokan harinya. Karenanya juga, kinerja otak melambat sebab pasokan oksigen yang seharusnya dialirkan ke otakpun melambat karena kelelahan tadi. Mengutip dari halodoc.com, dalam dunia medis, kondisi gangguan berpikir akibat otak yang kelelahan ini sering disebut sebagai brain fog. Atau lebih sering kita kenal dengan 'lemot'.

  • Meningkatkan Kadar Gula Darah

Masalah kesehatan seperti gula darah tinggi ini sering dikaitkan dengan orang-orang yang sering begadang. Padahal, kondisi gula darah tinggi seringnya juga berdampak sama kondisi kesehatan lain. Jadi gampang capek, sakit kepala, penyakit kardiovaskular, bahkan kerusakan ginjal.

  • Kulit Terlihat Kusam

Efek keseringan begadang, terutama buat wanita bisa mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melemah. Hal itu karena hormon kortisol dalam tubuh meningkat, lalu memicu inflamasi yang akhirnya membuat kulit jadi kusam. Yah, sayang dong skincare mahalnya kalau wajah tetap kusam gegara sering begadang. 

  • Berat Badan Naik

Loh, kok bisa? Nah, kebanyakan orang yang lagi susah tidur itu jadi mudah lapar. Lalu, ngemil adalah jalan ninjanya! Selain itu, orang-orang yang sudah tidur biasanya juga bisa disebabkan karena terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat tinggi beberapa jam sebelum waktu tidur. Jadinya, ya nggak heran kalau timbangan geser ke kanan terus.

  • Koleksi Kantung Mata

Umumnya, kondisi kurang tidur sangat terlihat jelas di seberapa tebal kantung matanya. Hal itu terjadi karena pembuluh darah tipis di bawah area mata semakin melebar ketika seseorang kurang tidur. Nah, semakin kurang jam tidurnya, maka semakin lebarlah koleksi kantung mata di wajahnya. Mau setebel apa, nih, jadinya?

Itu tadi beberapa efek negatif dari kondisi kurang tidur. Kondisi kayak gini, kalau berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama juga bisa menyebabkan hal-hal buruk pada tubuh. Jadi, begadanglah secukupnya saja. Ayo sama-sama kita utamakan kesehatan diri sendiri dulu. Salam sehat selalu, terutama buat para ibu di seluruh jagat blogspot.❤




Sumber : 


Featured Post

Romansa Dalam Buku "This Wall Between Us"

Menyambut tantangan membaca buku bergenre fiksi romance di minggu ini dengan memilih buku berjudul This Wall Between Us, karya I...